This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG PANJANG

A.    Mengenal Kacang panjang
Sudah tidak asing lagi dengan nama salah satu jenis sayuran ini, Kacang panjang. iya kacang panjang sudah populer di masyarakat Indonesia hampir di seluruh plosok negri dapat ditemukan. hampir diseluruh pasar tradisional dan pasar-pasar modern pun dengan mudah ditemukan. sayuran kacang panjang merupakan jenis sayuran yang bergizi tinggi yang dapat dioleh untuk berbagai jenis masakan maupun tumisan. Karena sifatnya yang sangat mudah dibudidayakan maka petani menjadikan sayuran ini biasa menjadi alternative tanaman di pematang (galengan) atau pin dipekarangan rumah.
Tanaman kacang panjang (Vigna sinense L) merupakan salah satu tanaman yang masih berfamili dengan tanaman polong-polongan atau kacang-kacangan, tanaman ini hidup merambat dan dan memiliki buah kacang yang panjang lunak dan berwarna hijau.
1.      Klasifikasi Kacang panjang :
Kingdom      : Plantae
Divisi            : Spermatophyta
Kelas            : Angiospermae
Subkelas       : Decotyledonae
Ordo             : Rosales
Famili           : Leguminocecae
Genus           : Vigna\
Spesies          : Vigna Sinensis L.
2.      Morfologi kacang panjang
tanaman kacang panjang merupakan tanaman menjalar, tinggi tanaman ini mencapai 2,5 m. Batang tanaman berbentuk silindris, berwarna hijau dengan permukaan licin. daun pada tanaman ini majemuk, lonjong, berseling panjang 6-8 dan lebar 3-4,5 cm. bunga pada tanaman ini majemuk, terdapat pada ketiak daun, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih putihan. panjang polong antara 40-80 cm.
3.      Kandungan gizi pada kacang panjang.
Kacang panajang adalah sumber protein yang baik karena mengandung Vitamin A, Thiamin, riboflamin, zat besi, fospokalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan.
nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g
energy     196 kj (47 kcal)
Karbohidrat 8 g
diet serat 3,6 g
Lemak    50 g
Protein    200 g
Sumber : id.wikipedia.org
salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha budidaya kacang panjang ini adalah teknis budidaya yang kurang tepat.
B.     Teknologi Budidaya Kacang Panjang
1.      Persiapan Lahan
-          bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.
-          bacak lahan atau cangkul agar menjadi remah dan gembur serta berguna untuk memperbaiki aerasi tanah.
-          berikan pupuk kandang/ organic untuk menambah unsure hara dan menjaga kesuburan tanah sebanyak 1 ton/ ha.
-          setelah pupuk di tebar lakukan pembuatan bedengan/guludan dengan ukuran lebar 90 cm tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 50-60 cm serta panjang menyesuaikan lahan.
-          untuk mendapatkan hasil maksimal berikan pupuk dasar SP-36 100-150 /ha
-          selanjutnya tutup guludan dengan mulsa plastic hetam perak MPHP yang berukuran 120 cm
-          buatlah lubang tanam di atas bedengan tersebut dengan jarak tanam 30 cm
2.      Car menanam Kacang Panjang
jika lahan merupakan lahan tadah hujan sebaiknya penanaman dilakukan diawal musim penghujan atau akhir musim penghujan untuk menghindari kekeringan dan ledakan hama penyakit. jika banyak hujan resiko perkembangan hama ulat atau penggerek polong akan tinggi.
cara menanam dengan cara memberikan 2 benih perlubang tanam yang sudah dipersiapakan dengan kedalaman 3-4 cm. selanjutnya tutuplah lubang tanam dengan tanah tipis atau bisa juga dengan menggunakan abau sekam atau pupuk kandang yang sudah matang.
lakukan penyulaman pada umur 4-6 hst pada lubang-lubang tanam yang terdapat benih tidak tumbuh. 
3.      Pemasangan Lanjaran
Kacang Panjang identik dengan Lanjaran atau sering juga masyarakat menyebutnya kacang lanjaran karena dalam teknis budidayanya membutuhkan lanjaran sebagai rambatan batangnya. sehinngga dalam teknis budidaya kacang panjang selalu diberikan lanjaran. cara memasang lanjaran dapat dilakukan saat sebelum tanam atau maksimal 7 hst. karena lebih dari seminggu akar tanaman sudah mulai berkembang jika dipasang lanjaran dekat dengan tanaman maka bisa menyebabkan kelukaan pada akar, selain itu pucuk tanaman suga membutuhkan segera media rambat untuk segera naik keatas. ukuran yang ideal untuk lanjaran kacang panjang adalah berukuran 180 cm agar mudah dalam pemanenan dan juga tidak terlalu rendah. dalam satu lanjaran bisa digunakan untuk 2-3 lubang tanam dengan catatan lanjaran yang digunakan cukup kuat. lanjaran bisa terbuat dari bambu yang di belah atau dari pohon secang.
selain lanjaran kita juga harus mempersiapkan gawar (tali pengait antar lanjaran) selain berfungsi sebagai rambatan gawar juga menjaga kekuatan lanjaan karena saling terkait antara lanjaran satu dengan yang satunya. tali yang baik bisa terbuat dari bamboo yang di tipiskan atau tali plastic yang kuat dan bisa pula kain-kain sisa dari pabrik tekstil yang panjang. 

4.      Penyiangan Lahan.
Untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman, areal pertanamana perlu kita bersihkan dari gulma. selain sebagai competitor dalam menyerap unsure hara dan ruang gulma juga menjadi rumah hama dan penyakit yang mampu menyebabkan produktivitas tanaman menurun.
biasanya di parit anatar gulutan akan mudah sekali ditumbuhi gulma sehingga perlu dibersihkan baik secara manual atau dengan herbisida.
Gulma diarea pertanaman dipastikan selalu bersih hingga panen berakhir.
5.      Pengairan
Tanaman kacang panjang tidak terlalu membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar, maka dari itu untuk menjaga kesegaran tanaman bisa dilakukan pengairan 5-7 hari sekali.
6.      Pupuk Susulan
Dalam usaha tani untuk memberikan hasil yang maksimal tentu perlu adanya penambahan nutrisi tanaman dengan cara memberikan pupuk. pemberian pupuk susulan dapat dilakukan saat umur 15 hst dan 40 hst dengan dosis per-hektar ZA 50 kg SP36 25 Kg KCl 75 kg.

A.    PANEN
Ciri kacang panjang yang siap dipanen dilihat dari segi ukuran polong yang telah optimal, biji dalam polong belum kelihatan menonjol jika biji menonjol itu berarti sudah terlewat waktu panen. selain cirri tersebut cirri lain adalah kacang mudah dipatahkan tidak alot dan tidak lentur atau umur panen awal sekitar 38-45 hst.
B.     Hama dan Penyakit Utama Kacang Panjang
Selain teknis budidaya yang benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman yang benar. oelh karena itu perlu kita mengenal hama dan penyakit utama kacang panjang. ada dua hama  dan dua penyakit utama kacang panjang. Kedua hama dan penyakit utama kacang panjang tersebut adalah
1.      kutu aphids, hama ini berwarna hitam yang sering bergerombol di bagaian bawah daun atau pucuk-pucuk batang yang masih muda. gejala dari serangan hama ini adalah daun menggulung dan kaku. sebelum adaserangan hama ini sebaiknya lakukann pencegahan dengan cara menghindari menanam kacang panjang dengan tanaman kacang yang lebih tua. atau bisa dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif Imidakloprid, atau Buprofezin. 
Gambar : koloni apids
2.      Ulat pengerek Polong, Maruca restualis. adalah hama yang berupa ulat ketika masih muda ulat ini berwarna hijau berangsur-agsur dengan bertambahnya usia ulat akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. cara menyerang hama ini adalah dengan cara melubangi kulit polong kemudian memakan daging buah dan biji-biji muda yang ada didalamnya. untuk mencegah serangan hama ini yang harus dilakukan adalah dengan cara memasang perangkap imagonya (kupu-kupu) di beberapa tempat berupa lampu yang bawahnya di pasang air. atau jika sudah terjadi serangan bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida dengan bahan aktif fipronil dan tiametoksam.
3.      Penyakit karat daun, Uromyces sp. merupakan penyakit utama pada kacang panjang. pada awal serangan muncul gejala adanya bercak kecoklatan di bagian daun yang semakin lama semakin menyebar. pada serangan yang sangat parah daun akan mongering yang dimulai dari daun yang tua/ penyakit ini akan berkembang pesat jika kondisi udara panas dan lembab. pencegahan penyakit ini adalah dengan sanitasi yang baik dan control saluran drainasi. Namun jika serangan mulai Nampak bisa dilakukan pengobatan dengan fungisida score 250 EC dan Anvil 50 SC. dosisi yang diberikan sesuai dengan anjuran pada label.
Gambar : gejala serangan karat daun

4. Penyakit bercak daun adaah penyakit yang disebabkan oleh pathogen Cescospora sp. berbeda dengan karat penyakit ini menimbulkan gejala adanya bercak kuning bulat di bagian daun. biasanya ada beberapa bercak dalam satu daun. sama halnya seperti karat daun untuk mencegah penyakit ini adalah dengan cara sanitasi yang baik dan control drainase. bagi tanaman yang sudah terserang bisa dilakukan pengobatan fungisida score 250 EC dan Anvil 50 SC. dosisi yang diberikan sesuai dengan anjuran pada label

Kamis, 19 November 2015

PENINGKATAN PRODUKSI PADI DENGAN EFISIENSI USAHATANI

Program swasembada pangan seharusnya tidak hanya menjadi mimpi dan angan-angan saja. untuk mewujudkan swasembada pangan tentu tidak hanya pemerintah yang membuat program dan mewujudkan, karena perlu kita sadari bahwa keberhasilan suatu program harus didukung oleh seluruh pihak yang berkepentingan termasuk petani itu sendiri.
mulai sekarang petani harus memiliki cara pandang bisnis untuk meningkatkan hasil taninya sehingga akan terbiasa dengan perhitungan untung rugi dari tanaman yang telah di budidayakan. jika selama ini petani masih menggap bertani adalah sekedar kegiatan untuk menyambung hidup maka tidak ada motivasi untuk peningkatan hasil, bahkan ada istilah “bisa panen syukur”
peningkatan produksi padi di Indonesia bukan lagi sebagai wacana atau sekedar program pemerintah. mengingat hampir 90 % masyarakat kita adalah pengkonsumsi beras, sehingga setiap tahunnya antara produksi dan konsumsi mengalami deficit alhasil pemerintah selalu melakukan impor beras, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. untuk itu dalam meningkatkan produksi nasional kita harus memperhatikan usahatani padi.
1.      Menggunakan Benih Bermutu
benih bermutu adalah benih yang memiliki vigor tinggi dan bersertifikat. keuntungan menggunakan benih bermutu adalah.
a.       benih tumbuh cepat dan seragam.
b.      jika disemaikan tumbuh menjadi bibit tegar dan sehat.
c.       pada saat dipindah tanam, bibit tumuh lebih cepat.
d.      jumlah tanaman optimum akan memberikan hasil yang tinggi.
2.      Persemaian
untuk kebutuhan benih luasan 1 ha 20 kg. benih bernas (yang tenggelam) dibilas dengan air bersih kemudian direndam dalam air selama 24 jam, kemudian di peram dalam karung selama 48 jam. buat areal persemian 400 m2/ha. buat lebar bedengan 1-1,2 m dan diberi pupuk kandang, serbuk kayu dan abu sebanyak 2 kg/m2. penambahan ini memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi.
3.      Persiapan lahan
dua minggu sebelum olah tanah berikan pupuk kandang sebnyak 2 ton/ha. selanjutnya lakukan pengolahan tanah secara sempurna (2 kali bajak dan 1 kali garu).
4.      Penanaman
penanaman sebaiknya dilakukan saat bibit masih muda ˂ 21 HSS (hari setelah sebar) sebanyak 1-3 bibit/rumpun. penanaman disarankan dengan system jejer legowo, karena populasi lebih banyak dan produksi lebih tinggi.
Keuntungan cara tanam jejer legowo
-          rumpun tanaman yang berada pada bagian pinggir lebih banyak.
-          terdapat ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong mas atau untuk mina padi.
-          pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah.
-          pada tahap awal areal pertanaman lebih terang sehingga kurang diserang tikus.
-          penggunaan pupuk lebih berdaya guna.

5.      Pengairan berselang
pemerian air berselang adalah pengaturan kondisi sawah dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Tujuan pengairan berselang adalah :
-          Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi lebih luas.
-          member kesempatan akar tanaman memperoleh udara lebih banyak sehingga dapat berkembang lebih dalam.
-          mencegah timbulnya keracunan besi.
-          mencegah penimbunan asam organic dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.
-          mengaktifkan jasad renik (mikroba tanah) yang bermanfaat.
-          mengurangi kerebahan.
-          menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen.
-          memudahkan pengendalian hama keong mas.
cara pemberian air yaitu saat tanaman berumur 3 hari, petakan sawah diairi dengan tinggi genangan 3 cm dan selama 2 hariberikutnya tidak ada penambahan air. selanjutnya pemerian air berselang lima hari.
6.      Pemupukan
pemupukan berimbang, yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai. untuk setiap ton gabah yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N 17,5 kg, P sebanyak 3 kg dan K sebanyak 7 kg (BPTP NAD).
dengan demikian jika kita ingin mendapatkan hasil yang tinggi sudah tentu membutuhkan pupuk yang banyak. Namun demikian tingkat hasil yang ditetapkan juga memperhatikan daya dukung lingkungan setempat dengan melihat produktifitas padi pada tahun-tahun sebelumnya.
7.      Pengendalian Gulma secara terpadu
gulma dikendalikan dengan cara pengolahan tanah sempurna, mengatur air dipetakan sawah, menggunakan benih bersertifikat, menggunakan kompos yang sudah matang, serta menggunakan landak (gosrok) sangat dianjurkan.
8.      Pengendalian hama dan penyakit terpadu
pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan factor ekologi sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbulkan kerugian besar. PHT merupakan perpaduan berbagai cara pengendalian hama dan penyakit, diantaranya melakukan monitoring populasi hama dan kerusakan tanaman sehingga penggunaan teknologi pengendalian dapat lebih tepat.
9.      Panen
panen dilakukan saat gabah menguning, tetapi malai masih segar. potong padi dengan sabit 30-40 cm di atas permukaan tanah. gunakan plastic terpal untuk alas tanaman padi yang baru diportong dan ditumpuk sebelum dirontok. hindari perontokan lebih dari 2 hari setelah pemotongan untuk menghindari kerusakan beras, sehingga menurnkan kualitas.


Selasa, 17 November 2015

TEKNOLOGI BUDIDAYA CABAI

A.    Tanaman cabai
Tanaman cabai termasuk keluarga tanaman terong-terongan yang memiliki cirri berbunga trompet dan berbuah tunggal.
B.     Persiapaan Lahan
Untuk menghindari pewarisan penyakit dari tanaman sebelumnya, maka pilihlah lahan yang sebelumnya tidak ditanami tanaman dari keluarga terong terongan.
Buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm tinggi 30-40 cm pnjang bedengan menyesuaikan panjang lahan. Tambahkan pupuk kandang/kompos sebanyak 20 ton/ha dan pengapuran. Kemudian berikan pupuk SP-36 200 kg/ha berikan sebelum pemasangan mulsa. Bedengan ditutup dengan mulsa selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak 70 x 40 cm.
C.     Penanaman
Penanaman bibit cabai dilakukan 5-7 hari setelah pemasangan mulsa, yang sebelumnya dilakukan pengairan . penanaman dilakukan dengan cara memindahkan bibit ke lubang tanam.
D.    Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang 15-20 ton/ha. Pupuk buatan, NPK 500 kg SP-36 200kg, KCl 150 kg. pupuk kandang diberikan saat olah lahan, ditambah SP-36 setengah dosis. Selajutnya pemupukan susulan diberikan pada umur 15 hst (hari setelah tanam) 30 hst dan 45 hst. Masing masing pemupukan pertama sisa SP-36 sisa yang d berikan sebelum tanam ditambah sepertiga NPK dan setengah bagian KCl. Pemupukan kedua sepertiga NPK dan setengah bagian KCl pemupukan ketiga sepertiga NPK. Pemupukan d berikan sekeliling batang jangan sampai terkena batang langsung.
E.     Pemeliharaan
Budidaya cabai kriting perlu perhatian khusus. Pemeliharaan yang perlu di perhtikan adalah pemberian ajir, penyiraman, pengendalian gulma, perompesan tunas liar,
pengendalian hama penyakit. Tanaman cabai rentan terhadap jamur dan bakteri yang menginfeksi lewat akar. Gunakan kapur dolomite saat pengolahan lahan untuk menetralkan PH tanah. Serta lakukan pengamatan berkala untuk mengamati perkembngan pathogen dari golongan jamur. Selanjutnya cegah serangan ulat grayak yang menyerang buah cabai  dengan insektisida. gunakan pestisida nabati yang ada untuk menjaga kelestarian lingkungan

Analisis usaha budidaya cabai /1000 m2
Sewa lahan      : 400    x 1000 : 400.000        
Olah lahan       :50.000x 8  hok: 400.000
Pemasangan mlsa :50.000x 2    hok: 100.000
mulsa               : 1,5 x 600000 : 900.000
Bibit                :2500   x 150   btng: 375.000
Ajir                  :25000 x300    btng:750.000
Pupuk ponska  :50       x2500  kg  :125.000
            Sp-36   :20       x2500  kg  :50.000
            KCl     :15       x4000  kg  :60.000
Tanam             :50000 x2        hok :100.000
lain lain            :200000                 : 200.000
 



jumlah             :…………………Rp. 3.560.000

pendapatan /1000 m2

populsi 2500 tk produksi 10 %

total produksi : 2250 x 0.8 kg = 900 kg
pendapatan      : 900 x Rp20000 = Rp. 18.000.000

pendapatan bersih = 18.000.000-3.560.000

Rp. 14.440.000

SALAM PETANI SUKSES

Minggu, 15 November 2015

PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH DENGAN TEKNOLOGI PENYIANGAN

Produksi kacang tanah di Indonesia masih tergolong rendah. produksi kacang tanah di Indonesia berkisar antra 1 – 1,3 ton/ ha (BPS 2015). Jika kita bandingkan dengan produksi Negara-negara tetangga seperti Filipina yang mampu memproduksi kacang tanah 3,05 ton/ha, Vietnam mampu 1,8 ton/ha, sedangkan kita 1,3 ton/ ha hanya lebih tinggi dari pada Thailand  yaitu 1,2 ton/ha.
jika kita tidak memperbaiki system budidaya kita maka kita akan jauh ketinggalan dengan Negara tetangga bahkan kita menjadi target pasar Negara-negara tetangga. Negara Indonesia harusnya berbangga dengan luas wilayah yang begitu besar disbanding Negara-negara ASEAN lainnya akan tetapi kita masih terkendala serapan teknologi bagi petani masih rendah, sehingga informasi teknologi yang mempu meningkatkan produktivitas pertanian kita sulit tercapai, ditambah lagi dengan adanya politisasi bahan pangan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
salah satu teknologi untuk meningkatkan hasil produksi kacang tanah nasional telah banyak diteliti oleh para akademisi, peneiliti, instansi pemerintah dll. tulisan ini merangkum bebrapa hasil penelitian yang berkaitan dengan peningkatan produksi kacang tanah di Indonesia. salah satunya adalah teknologi penyiangan. penelitian yang dilakukan pada 2011 di kebun percobaan Gunungbulu dan laboratorium Agronomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan judul Produktivitas Kacang Tanah Di Lahan Kering Pada Berbagai Intensitas Penyiangan dengan nama peneliti Wafit Dinarto dan Dian Astriani. 

 dalam penelitian ini peneliti menggunakan  perlakuan sebagai berikut,
A = Tanpa penyiangan
B = Penyiangan 21 hari setelah tanam
C = Penyiangan umur 14 dan 28 hari setelah tanam
D = Penyiangan umur 21 dan 42 hari setelah tanam.
E = Penyiangan umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam.
F = Penyiangan dengan herbisida pra tumbuh + 42 hari setelah tanam.
G =Penyiangan dengan herbisida pra tumbuh + 21 dan 42 hari setelah tanam

dari perlakuan tersebut peneliti menyampaikan hasilnya bahwa pengaruh penyiangan sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil produksi kacang tanah. adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut.
A = Tanpa penyiangan                                                                                         : 1.62 ton/ha
B = Penyiangan 21 hari setelah tanam                                                                 : 1.64 ton/ha
C = Penyiangan umur 14 dan 28 hari setelah tanam                                            : 2.56 ton/ha
D = Penyiangan umur 21 dan 42 hari setelah tanam.                                           : 2.1 ton/ha
E = Penyiangan umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam.                                    : 2.55 ton/ha
F = Penyiangan dengan herbisida pra tumbuh + 42 hari setelah tanam.              : 1.86 ton/ha
G =Penyiangan dengan herbisida pra tumbuh + 21 dan 42 hari setelah tanam   : 1.95 ton/ha
dari hasil tersebut dapat kita ketahui bahwa perbaikan teknologi budidaya pertanian kita salah satunya dengan penyiangan akan memberikan hasil yang lebih. meskipun semakin banyak input yang diberikan belum tentu meningkatkan hasil. sebagai contoh hasil tertinggi ditunjukan pada perlakuan penyiangan dua kali pada umur 14 dan 28 hst sebanyak 2.56 ton/ha kemudian diikuti penyiangan tiga kali pada umur 14, 28 dan 42 hst sebanyak 2.55 ton. selain itu ada yang menarik dari penelitian ini yaitu perlakuan dua kali pada umur yang berbeda ternyata tidak memberikan hasil yang sama yaitu perlakuan penyiangan pada umur 21 dan 42 hst, justru hasilnya lebih rendah disbanding penyiangan pada umur 14 dan 28 hst. ini berarti bahwa ketepatan waktu penyiangan akan memberikan pengaruh yang sangat nyata dari pada kita mengacu pada berapa kali kita melakukan penyiangan tetapi  tepat waktu kah kita dalam merawat dan memenejemen tanaman yang telah kita budidayakan.
JADI bukan hal yang mustahil untuk mencapai yang namanya swasembada pangan jika kita mau memulai dari sekarang untuk menerapkan teknologi yang bermanfaat untuk peningkatan hasil dari tanaman budidaya kita.

DAFTAR PUSTAKA
Katalok BPS : 5203014. 2015. Produksi Tanaman Pangan 2014. Badan Pusat Statistik. Jakarta
Dinarto, W.  Dan Dian A. 2012. Produktivitas Kacang Tanah di Lahan Kering Pada Berbagai Intensitas Penyiangan. AgriSains Vol. 3 No. 4 : (33-43)

Kamis, 29 Oktober 2015

PRODUKTIVITAS MASIH RENDAH



 Patut kita bangga menjadi bangsa Indonesia yang besar ini, karena bangsa kita masuk kedalam salah satu  Negara utama penghasil tanaman pangan di dunia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS, produksi padi Indonesia pada tahun 2013 berada pada posisi ketiga terbesar di dunia setelah tiongkok dan india. sedangkan produksi jagung pada tahun yang sama Indonesia menduduki peringkat kedelapan dunia. sedangkan produksi kacang tanah Indonesia menempati urutan pertama dunia (BPS, 2015).
Dilihat dari sisi produksi kita memang patut berbangga namun dari sisi produktivitas kita masih ketingal dengan Negara-negara di Asia Tenggara, untuk produktivitas padi kita masih dibawah Vietnam yaitu 55, 73 ku/ha sedangkan kita hanya 51,52 ku/ha namun kita masih di atas Filipina, Malaysia dan Myanmar. Untuk jagung kita menempati posisi tertinggi di kawasan Asia Tenggara yaitu 48,44 ku/ha, namun menempati posisi ke-17 dari 30 negara utama penghasil jagung. untuk kedelai produktivitas kita masih tergolong rendah yaitu 14,16 ku/ha, dibawah Kamboja, Thailan, dan Vietnam. Meskipun produksi kacang tanah kita menempati posisi pertama didunia namun produktivitas kita masih dibawah Filipina dan Vietnam, Produktivitas kacang tanah di Filipina mampu memproduksi 30,29 ku/ha sedangkan kita tidak ada separau dari produktivitas kacang tanah di Filipina, yaitu sebesar 13,52 ku/ha (BPS, 2015). Kalau kita lihat iklim dan kesuburan tanah di Negara kita tentu untuk menghasilkan produktivitas tanaman pangan kita melenihi produktivitas tanaman pangan di kawasan Asia Tenggara.

dari data yang di publikasikan oleh BPS seharusnya kita bisa berbangga dan termotivasi untuk memperbaiki system budidaya dan infrastruktur pertanian kita, termasuk memberikan bimbingan teknologi kepada petani kita. sebagai contoh produksi padi 4 kuwintal per hektar masih dibawah Vietnam, jika kita mampu menyamakan produktivitas maka kasus impor beras dari Vietnam yang akan dilakukan pemerintah dibulan ini melalu Bulog bisa kita batalkan dan petani kita bisa merasakan keuntungan yang lebih. selain produksi padi kita yang masih dibawah Vietnam, Kacang tanah kita jauh dibawah Filipina sebanyak 16.77 ku/ha petani kita belum bisa menikmatinya hilang karena minim input yang diberikan atau belum menggunakan benih unggul.

sumber ; catalog BPS : 5203014. Produksi Tanaman Pangan 2014. www.bps.go.id

Rabu, 28 Oktober 2015

BUDIDAYA GANYONG (Canna edulis)

Budidaya Ganyong
tanaman ganyong berasal dari Amerika Selatan. penyebaran tanaman ini hampir seluruh Indonesia dengan sentra produksi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. tanaman ini dapat tumbuh di segala jenis tanah dan suhu udara serta tahan terhadap naungan. namun tanaman ganyong tidak tahan tumbuh di tempat yang terbuka dan angin yang kuat karena termasuk tanaman herba atau terna hingga mempunyai batang yang rapuh dan tidak tahan terhadap hembusan angin. pada daerah yang mempunyai angin kencang, tanaman ini memerlukan tanaman pelindung.
walaupun tanaman ganyong dapat tumbuh disegala jenis tanah, tanah liat tidak dianjurkan digunakan sebagai media tumbuh karena system drainase jenis tanah ini biasanya jelek. sedangkan ganyong tidak tahan terhadap genangan.
ganyong memiliki potensi untuk dijadikan bahan pangan alternatif karena kandungan gizinya yang cukup tinggi, dalam 100 g umbi ganyong mengandung kalori 95 kal, protein 1.0 g, lemak 0.1 g, karbohidrat 22,6 g. kalsium 21 mg. fosfor 70 mg, besi 20 mg, vit B1 100 mg, vit C 10 mg, air 75 g. (sumber ; Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI.

BUDIDAYA

1. Waktu tanam dan bibit
penanaman sebaiknya dilakukan menjelang musim hujan oktober-desember. bibit yang digunakan adalah umbi rizoma yang telah mencapai ukuran normal yang memiliki 1-2 mata tunas sehat. kebutuhan bibit yang d perlukan untuk areal sekuas 1 hektar diperlukan kurang lebih 2 ton bibit. 
2. pengolahan tanah
untuk mencegah pertumbuhan umbi tehambat, sebaiknya dilakukan pengolahan tanah yang bertujuan untuk menggemburkan tanah dan menghilangkan sisa tanaman dari pertanaman sebelumnya. pengolahan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau tiba, karena saat ini saat yang baik karena panas bisa membunuh investasi hama dan gulma yang ada di lahan.
selanjutnya tanah dbuat bedengan dengan lebar 120 cm tinggi bedengan 25-30 cm, untuk panjang menyesuaikan panjang lahan, jarak antar bedengan 30-50 cm.  
3. penanaman
sebelum tanam sebaiknya bedengan diberikan  pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha. penanaman dilakukan dengan cara umbi bibit dtanam kedalam lubang tanam dengan jarak  lubang tanam 40 x 70 cm,  yaitu jarak antar tanaman dan jarak antar barisan. 
4. perawatan. 
tanaman ini sangat mudah perawatannya dibandingkan dengan tanaman budidaya yang  lain. Tanaman ganyong tifdak membutuhkan banyak air dan pupuk, sehingga pengairan dan pemupukan bisa diminimalkan. untuk mendapatkan hasil yang maksimal tanaman ganyong cukup dilakukan pembumbunan agar pembentukan umbi bisa maksimal. Pembubunan bisa dilakukan saa tanaman berumur 2-2,5 bulan. 
5. Pemanenan
umur panen tanaman ganyong tergantung ketinggian tempat, di daerah yang lebih tinggi dan mempunyai curah hujan yang tinggi umur panennya lebih lama dinbanding didataran rendah. pada dataran rendah umur panen bisa dilakukan saat tanaman umur 6-8 bulan sebagai umbi rebus, sedangkan untuk d ambil tepung atau patinya panen  sebaiknya pada umur 12 bulan karena saat itu kandungan patinya mencapai puncaknya. 


6. pasca panen
untuk tujuan komersial yaitu  produksi  tepung umbi diproses segera mungkin.