This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Hama Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG PANJANG

A.    Mengenal Kacang panjang
Sudah tidak asing lagi dengan nama salah satu jenis sayuran ini, Kacang panjang. iya kacang panjang sudah populer di masyarakat Indonesia hampir di seluruh plosok negri dapat ditemukan. hampir diseluruh pasar tradisional dan pasar-pasar modern pun dengan mudah ditemukan. sayuran kacang panjang merupakan jenis sayuran yang bergizi tinggi yang dapat dioleh untuk berbagai jenis masakan maupun tumisan. Karena sifatnya yang sangat mudah dibudidayakan maka petani menjadikan sayuran ini biasa menjadi alternative tanaman di pematang (galengan) atau pin dipekarangan rumah.
Tanaman kacang panjang (Vigna sinense L) merupakan salah satu tanaman yang masih berfamili dengan tanaman polong-polongan atau kacang-kacangan, tanaman ini hidup merambat dan dan memiliki buah kacang yang panjang lunak dan berwarna hijau.
1.      Klasifikasi Kacang panjang :
Kingdom      : Plantae
Divisi            : Spermatophyta
Kelas            : Angiospermae
Subkelas       : Decotyledonae
Ordo             : Rosales
Famili           : Leguminocecae
Genus           : Vigna\
Spesies          : Vigna Sinensis L.
2.      Morfologi kacang panjang
tanaman kacang panjang merupakan tanaman menjalar, tinggi tanaman ini mencapai 2,5 m. Batang tanaman berbentuk silindris, berwarna hijau dengan permukaan licin. daun pada tanaman ini majemuk, lonjong, berseling panjang 6-8 dan lebar 3-4,5 cm. bunga pada tanaman ini majemuk, terdapat pada ketiak daun, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih putihan. panjang polong antara 40-80 cm.
3.      Kandungan gizi pada kacang panjang.
Kacang panajang adalah sumber protein yang baik karena mengandung Vitamin A, Thiamin, riboflamin, zat besi, fospokalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan.
nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g
energy     196 kj (47 kcal)
Karbohidrat 8 g
diet serat 3,6 g
Lemak    50 g
Protein    200 g
Sumber : id.wikipedia.org
salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha budidaya kacang panjang ini adalah teknis budidaya yang kurang tepat.
B.     Teknologi Budidaya Kacang Panjang
1.      Persiapan Lahan
-          bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.
-          bacak lahan atau cangkul agar menjadi remah dan gembur serta berguna untuk memperbaiki aerasi tanah.
-          berikan pupuk kandang/ organic untuk menambah unsure hara dan menjaga kesuburan tanah sebanyak 1 ton/ ha.
-          setelah pupuk di tebar lakukan pembuatan bedengan/guludan dengan ukuran lebar 90 cm tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 50-60 cm serta panjang menyesuaikan lahan.
-          untuk mendapatkan hasil maksimal berikan pupuk dasar SP-36 100-150 /ha
-          selanjutnya tutup guludan dengan mulsa plastic hetam perak MPHP yang berukuran 120 cm
-          buatlah lubang tanam di atas bedengan tersebut dengan jarak tanam 30 cm
2.      Car menanam Kacang Panjang
jika lahan merupakan lahan tadah hujan sebaiknya penanaman dilakukan diawal musim penghujan atau akhir musim penghujan untuk menghindari kekeringan dan ledakan hama penyakit. jika banyak hujan resiko perkembangan hama ulat atau penggerek polong akan tinggi.
cara menanam dengan cara memberikan 2 benih perlubang tanam yang sudah dipersiapakan dengan kedalaman 3-4 cm. selanjutnya tutuplah lubang tanam dengan tanah tipis atau bisa juga dengan menggunakan abau sekam atau pupuk kandang yang sudah matang.
lakukan penyulaman pada umur 4-6 hst pada lubang-lubang tanam yang terdapat benih tidak tumbuh. 
3.      Pemasangan Lanjaran
Kacang Panjang identik dengan Lanjaran atau sering juga masyarakat menyebutnya kacang lanjaran karena dalam teknis budidayanya membutuhkan lanjaran sebagai rambatan batangnya. sehinngga dalam teknis budidaya kacang panjang selalu diberikan lanjaran. cara memasang lanjaran dapat dilakukan saat sebelum tanam atau maksimal 7 hst. karena lebih dari seminggu akar tanaman sudah mulai berkembang jika dipasang lanjaran dekat dengan tanaman maka bisa menyebabkan kelukaan pada akar, selain itu pucuk tanaman suga membutuhkan segera media rambat untuk segera naik keatas. ukuran yang ideal untuk lanjaran kacang panjang adalah berukuran 180 cm agar mudah dalam pemanenan dan juga tidak terlalu rendah. dalam satu lanjaran bisa digunakan untuk 2-3 lubang tanam dengan catatan lanjaran yang digunakan cukup kuat. lanjaran bisa terbuat dari bambu yang di belah atau dari pohon secang.
selain lanjaran kita juga harus mempersiapkan gawar (tali pengait antar lanjaran) selain berfungsi sebagai rambatan gawar juga menjaga kekuatan lanjaan karena saling terkait antara lanjaran satu dengan yang satunya. tali yang baik bisa terbuat dari bamboo yang di tipiskan atau tali plastic yang kuat dan bisa pula kain-kain sisa dari pabrik tekstil yang panjang. 

4.      Penyiangan Lahan.
Untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman, areal pertanamana perlu kita bersihkan dari gulma. selain sebagai competitor dalam menyerap unsure hara dan ruang gulma juga menjadi rumah hama dan penyakit yang mampu menyebabkan produktivitas tanaman menurun.
biasanya di parit anatar gulutan akan mudah sekali ditumbuhi gulma sehingga perlu dibersihkan baik secara manual atau dengan herbisida.
Gulma diarea pertanaman dipastikan selalu bersih hingga panen berakhir.
5.      Pengairan
Tanaman kacang panjang tidak terlalu membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar, maka dari itu untuk menjaga kesegaran tanaman bisa dilakukan pengairan 5-7 hari sekali.
6.      Pupuk Susulan
Dalam usaha tani untuk memberikan hasil yang maksimal tentu perlu adanya penambahan nutrisi tanaman dengan cara memberikan pupuk. pemberian pupuk susulan dapat dilakukan saat umur 15 hst dan 40 hst dengan dosis per-hektar ZA 50 kg SP36 25 Kg KCl 75 kg.

A.    PANEN
Ciri kacang panjang yang siap dipanen dilihat dari segi ukuran polong yang telah optimal, biji dalam polong belum kelihatan menonjol jika biji menonjol itu berarti sudah terlewat waktu panen. selain cirri tersebut cirri lain adalah kacang mudah dipatahkan tidak alot dan tidak lentur atau umur panen awal sekitar 38-45 hst.
B.     Hama dan Penyakit Utama Kacang Panjang
Selain teknis budidaya yang benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman yang benar. oelh karena itu perlu kita mengenal hama dan penyakit utama kacang panjang. ada dua hama  dan dua penyakit utama kacang panjang. Kedua hama dan penyakit utama kacang panjang tersebut adalah
1.      kutu aphids, hama ini berwarna hitam yang sering bergerombol di bagaian bawah daun atau pucuk-pucuk batang yang masih muda. gejala dari serangan hama ini adalah daun menggulung dan kaku. sebelum adaserangan hama ini sebaiknya lakukann pencegahan dengan cara menghindari menanam kacang panjang dengan tanaman kacang yang lebih tua. atau bisa dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif Imidakloprid, atau Buprofezin. 
Gambar : koloni apids
2.      Ulat pengerek Polong, Maruca restualis. adalah hama yang berupa ulat ketika masih muda ulat ini berwarna hijau berangsur-agsur dengan bertambahnya usia ulat akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. cara menyerang hama ini adalah dengan cara melubangi kulit polong kemudian memakan daging buah dan biji-biji muda yang ada didalamnya. untuk mencegah serangan hama ini yang harus dilakukan adalah dengan cara memasang perangkap imagonya (kupu-kupu) di beberapa tempat berupa lampu yang bawahnya di pasang air. atau jika sudah terjadi serangan bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida dengan bahan aktif fipronil dan tiametoksam.
3.      Penyakit karat daun, Uromyces sp. merupakan penyakit utama pada kacang panjang. pada awal serangan muncul gejala adanya bercak kecoklatan di bagian daun yang semakin lama semakin menyebar. pada serangan yang sangat parah daun akan mongering yang dimulai dari daun yang tua/ penyakit ini akan berkembang pesat jika kondisi udara panas dan lembab. pencegahan penyakit ini adalah dengan sanitasi yang baik dan control saluran drainasi. Namun jika serangan mulai Nampak bisa dilakukan pengobatan dengan fungisida score 250 EC dan Anvil 50 SC. dosisi yang diberikan sesuai dengan anjuran pada label.
Gambar : gejala serangan karat daun

4. Penyakit bercak daun adaah penyakit yang disebabkan oleh pathogen Cescospora sp. berbeda dengan karat penyakit ini menimbulkan gejala adanya bercak kuning bulat di bagian daun. biasanya ada beberapa bercak dalam satu daun. sama halnya seperti karat daun untuk mencegah penyakit ini adalah dengan cara sanitasi yang baik dan control drainase. bagi tanaman yang sudah terserang bisa dilakukan pengobatan fungisida score 250 EC dan Anvil 50 SC. dosisi yang diberikan sesuai dengan anjuran pada label

Selasa, 16 Agustus 2016

cara cerdas memilih pestisida

CARA CERDAS MEMILIH PESTISIDA

Sebagai petani saat membudidayakan tanaman tentu tidak bisa lepas dari serangan hama atau penyakit tanaman OPT (Organisme Penggagu Tanaman), sehingga kita butuh pengendalinya agar hama dan penyakit tersebut tidak sampai menyebabkan kegagalan panen. oleh karena itu Petani biasanya membutuhkan biaya yang tinggi untuk melakukan pengandalian OPT tersebut dengan berbagai jenis dan merek pestisida. tujuan untuk meendapatkan hasil yang tinggi akhirnya juga membutuhkan biaya yang tinggi pula.
Ini adalah beberapa tips atau cara agar kita bisa meminimalkan biaya untuk pembelian pestisida.
1.      Kenali OPT yang menyerang tanaman. langkah ini penting agar dalam memilih pestisida dan mengaplikasikannya tidak salah sasaran. Sasaran yang berbeda maka berbeda pula jenis pestisida yang dibutuhkan, apakah itu fungisida Insektisida, Herbisida dll. begitu pula gejala serangan yang ditimbulkan apakah lokal atau sistemik. jika gejala yang ditimbulkan sistemik maka sebaiknya kita lakukan pencegahan sedini mungkin. sedangkan gejala lokal kita bisa lakukan pengamatan, agar aplikasi pestisida seefektif mungkin.
2.      lakukan pengecekan sebelum membeli. biasakan menjadi petani, petani yang cerdas jangan menjadi petani yang ikut-ikutan. dan hafalan, membeli pestisida jangan diingat tutup botolnya atau bentuk botolnya, nanti akan berakibat fatal, karena sama-sama tutup botolnya merah dikira sama pestisida yang dimaksud mau beli insektisida malah pilih herbisida, KAN BAHAYA….
Setidaknya jika mau membeli pestisida Tanya kepada penjualnya untuk hama sasaran, kemudian, lakukan pengecekan didaftar OPT sasaran, setelah itu cek bahan aktifnya, sama tidak dengan yang dirumah, atau yang sudah dibeli jika sama maka tidak usah membeli atau bisa dengan menukar dengan yang berbahan aktif berbeda namun sama OPT sasarannya.
3.      Jangan malu bertanya, jika ada ksesmpatan demplot, atau demo pengenalan hama penyakit, penyuluhan pertanian dan acara-acara sejenis ikutilah dengan seksama, dan tanyakan sekiranya anda belum paham terkait OPT, dan jika pestisida yang anda beli blum juga sesuai dengan harapan hubungi staff perusahaan pestisida atau PPL setempat untuk mengevaluasinya.
semoga langkah-langkah ini sedikit member maanfaat kepada pembaca sekalian, jika ada Kritik, saran bahkan masukan silahkan beri komentar di kolom komentar.

Senin, 23 November 2015

AGEN PENGENDALIAN HAYATI

Maha besar Allah, yang telah menciptakan keseimbangan di muka bumi ini. “agar kamu tidak merusak keseimbangan itu” (QS. AR-RAHMAN 55;8). demikian Allah berpesan kepada hambanya. agar menjaga keseimbangan alam ini dengan segala kebijaksanaannya.
hama dan penyakit memang sudah sunatullah yang memang itu adalah salah satu makluk ciptaan Yang Maha Pencipta, namun dalam penciptaan penyakit maupun hama bagi tanaman kita Sang Pencipta juga menciptakan , predator, parasitoid, dan patogen yang kita kenal sebagai musuh alami, dan cara penggunaannya dinamakan pengendalian hayati (biologi control). pengendalian hayati merupakan unsure penting dalam mewujudkan konsep pertanian berkelanjutan yang memiliki sifat, ramah lingkungan, efektif dan efisien.
pengendalian hayati adalah suatu teknik pengelolaan hama dengan sengaja memanfaatkan/memanipulasi musuh alami untuk kepentingan pengendalian, pengendalian hayati ada unsure campur tangan manusia dengan cara memperbanyak musuh alami baik di laboratorium maupun di penangkaran. berbeda dengan pengendalian alami yang berjalan sendiri tanpa capur tangan manusia.
untuk lebih kenalnya mari kita pelajari bersama tetnang mereka.
1.      PREDATOR
Predator adalah binatang atau serangga yang hidup bebas dengan membunuh atau memangsa serangga lain.
cirri-ciri predator :
-          predator dapat memangsa semua tingkat perkembangan mangsanya (telur, larva, nimfa, pupa dan imago)
-          predator membunuh dengan cara memakan atau menghisap mangsanya dengan cepat.
-          seekor predator memerlukan dan memakan banyak mangsa selama hidupnya.
-          predator membunuh mangsanya untuk dirinya sendiri.
-          kebangakan predator bersifat karnifor.
-          predator memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari pada mangsanya.
-          dari segi prilaku makannya, adaa yang mengunyah semua bagian tubuh mangsanya, dan ada yang menusuk tubuh mangsanya dan dihisap cairan tubuhnya.
contoh predator dalam areal sawah kita. burung hantu, ular, tawon, kumbang, laba,laba, capung, dan beberapa dari kelompok belalang.

Gambar Trichogramma sp
2.      PARASITOID
Parasitoid merupakan serangga yang memarasis serangga atau binatang antropoda lainnya. prasitoid bersifat parasit pada fase pradewasa, sedangkan dewasanya hidup bebas dan tidak terikat pada inangnya.
cirri-ciri parasitoid :
-          parasitoid hidup menumpang di luar atau didalam tubuh inangnya guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
-          parasitoid memiliki ukuran yang lebih kecil dari pada inangnya.
-           parasitoid menyebabkan kematian pada inangnya secara perlahan-lahan.
-          parasitoid mengambil energy dari inangnya selagi masih hidup dan membunuh atau melumpuhkan inangnya untuk kepentingan keturunannya.
-          parasitoid bersifat monofag (memiliki inang spesifik) tetapi ada juga yang oligofag (inang tertentu)
contoh, parasitoid, Trichogramma parasitoid telur penggerek batang padi. Telenomus Sp. parasitoid teur penggerek polong kedelai. dll

Gambar, serangga terinfeksi Beauveria bassiana
3.      PATOGEN
Patogen merupkan golongan mikroorganisme atau jasad renik yang menyebabkan serangga sakit dan akhirnya mati. pathogen adalah salah satu factor hayati yang turut serta dalam memepengaruhi dan menekan perkembangan serangga hama. karena mikroorganisme ini dapat menyerang dan menyebabkan kematian serangga hama maka pathogen disebut sebagai salah satu musuh alami selain predator dan parasitoid. kelompok serangga dalam kehidupan diserang banyak pathogen atau penyakit, yang berupa virus, bakteri jamur, protozoa maupun nematode. oleh karena itu kemampuan pathogen dalam membuhuh serangga hama sejak lama digunkan sebagai agen pengendali hayati (biological control).
contoh :
bakteri Bacillis popiliae sebagai pathogen dari kumbang jepang, Bacillus thuringiensis sangat efektif dalam mengendalikan larva dari ordo Lepidoptera.
Jamur Metarhizium anisopliae digunakan untuk menggendalikan hama Oryctes rhinoceros (kuwangwung) pada tanamn kelapa, Beauveria basiana  cendawan yang efektif mengendalikan serangga hama dengan menginfeksi tubuh serangga. dll

Jumat, 20 November 2015

HAMA UTAMA PADI

Hama adalah hewan yang menyerang/merusak tanaman budidaya sehingga menyebabkan kerugian baik secara ekonomi maupun agronomi. hama dapat dibedakan berdasakan aspek ekonomi, yaitu hama utama, haman minor dan hama potensial.
hama utama adalah, hama yang selalu menyerang tanaman dalam intensitas berat dan dalam kurun waktu yang lama dapat menimbulkan kerugian ekonomi sehingga perlu dilakukan pengendalian. adapun hama utama pada tanaman padi adalah.
1.      keong  mas
waktu kritis untuk pengendalian keong mas pada saat 10 HST pindah, atau 21 HSS (hari setelah sebar) di persemaian.   PHT keong mas dilakukan sepanjang pertanaman dengan rincian sebagai berikut :
-          pratanam : ambil keong mas dan musnahkan atau sebagai pakan ternak.
-          persemaian : ambil keong mas dan musnahkan sebar benih lebih banyak untuk sulaman. dan bersihkan salura air dari tanaman air seperti kangkung.
-          stadia vegetative : tanam bibit yang agak tua (˃ 21 hari ) dan jumlah bibit lebih banyak, keringkan sawah sampai 7 HST, ambil keong mas dan musnahkan, pasang saringan di saluran air, umpan dengan daunt alas dan papaya, pasang ajir agar siput bertelur pada ajir, ambil dan musnahkan telur siput.
-          stadia generative dan setelah panen : am bil keong emas dan musnahkan, gembalakan  itik setelah padi dipanen.

gambar ; keong mas dan telurnya
2.      wereng coklat
wereng coklat menyukai pertanaman yang dipupuk nitrogen tinggi dengan jarak tanam rapat. ambang ekonomi hama ini adalah 15 ekor per rumpun. siklus hidupnya 21-33 hari. PHT wereng adalah sebagai berikut :
-          gunakan varietas tahan wereng coklat.
-          berikan pupuk K untuk mengurangi kerusakan.
-          monitor pertnamn paling lambat 2 minggu sekali.
-          jika populasi hama dibawah ambang ekonomi gunakan insektisida botani.
-          jika populasi hama di atas ambang ekonomi gunakan insektisida kimiawi yang direkomendasikan.

gambar ; wereng coklat
3.      penggerek batang
stadia tanaman yang rentan terhadap serangan penggerek batang adalah dari pembibitan sampai pembentukan malai. gejala kerusakan yang ditimbulkan makibatkan anakan mati yang disebut sundep pada stadia vegetative, dan pada fase generative disebut beluk (malai hampa) . ambang ekonomi penggerek batang adalah 10 % anakan terserang. 4 kelompok telur per rumpun.
bila populasi tinggi (di atas amabang ekonomi ) aplikasikan insektisida kimiawi yang direkomendasikan.

gambar ; pengerek batang padi
4.      tikus
pengendalian hama tikus terpadu (PHTT) didasarkan pada pemahaman ekologi jenis tikus, dilakukan sejak dini, intensif dan terus menerus (berkelanjutan) dengan memanfaatkan teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu. adapun PHTT adalah sebagai berikut.
-          penanaman serempak
-          penangkaran musuh alami tikus Tito alba
-          sanitasi habitat dan gropyok masal dan
-          penggunaan perangkap.


5.      walang sangit
walang sangit merupakan hama yang merusak bulir padi saat fase pemasakan. fase pertumbuhan tanaman padi yang rentan terhadap serangan walang sangit adalah dari keluarnya malai samapai masak susu. kerusakan yang ditimbulkan menyababkan beras berubah warna dan mengapur, serta hampa. PHT walang sangit adalah sebagai berikut.
-          kendalikan gulma dibawah dan sekitar pertanaman.
-          pupuk merata agar tanaman tumbuh merata dan seragam.
-          umpan walang sangit dengan ketam atau ikan busuk, sebagai perangkap.

-          apabila serangan sudah sampai pada amabang ekonomi bisa menggunakan insektisida kimia yang dianjurkan pada pagi dan sore hari, saat walang sangit ada di atas kanopi. 

Selasa, 17 November 2015

SEGITIGA PENYAKIT TANAMAN

SUARA TANI – OPT (organism pengganggu tanaman ) merupakan momok bagi para petani. akibat serangan OPT ini petani bisa mengalami kerugian akibat hasil menurun atau bahkan gagal panen. OPT biasanya terdiri dari penyakit, hama dan gulma. oleh karena itu perlu kita jaga tanaman kita agar bisa memberikan hasil yang maksimal sebelumnya kita harus bisa membedakan apa yang dimaksud
1.      Tanaman Sehat
jika fungsi-fungsi fisiologis tanaman berlangsung normal sesuai dengan potensi genetisnya, misal tidak terjadi keterlambatan berkecambah, berbunga normal, tumbuh seragam panen sesuai umur fisiologis.
2.      Tanaman Sakit
Jika satu, beberapa atau seluruh fungsi-fungsi fisiologis organ tanaman tanaman terganggu/ tidak normal, akibat adanya aktifitas pathogen (gangguan pathogen)
3.      Penyakit tanaman (pathogen)
adalah penyebab tanaman menjadi sakit, (agen yang menyababkan sakit)
4.      Hama tanaman
hewan yang mengganggu atau merusak tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.
5.      gulma
tumbuhan yang tidak diharpkan tumbuh di areal tanaman budidaya yang menyebabkan persaingan antara tanaman budidaya dan tumbuhan tersebut

Fungsi-fungsi fisiologis tanaman
a.       pembelahan sel/ perkembngan sel
b.      absorbsi air dan unsure hara dari dalam tanah & translokasinya
c.       fotosintesis & translokasi hasil fotosintesis dan,
d.      reproduksi (pembentukan bunga buah dan biji)


gambar: koloni jamur
Penyebab timbulnya penyakit pada tanaman
seperti halnya makluk hidup yang lain, penyakit pada tanaman dapat timbul apabila factor-faktor pendukung tersedia dengan baik. factor tersebut dalam bahasa pertanian disebut dengan istilah “segitiga penyakit” tentunya dalam istilah segitiga penyakit ada 3 faktor yakni.
1.      Tanaman
tanaman adalah factor utama terjadinya penyakit, tanaman yang tidak memiliki ketahanan dan kemampuan untuk menahan pengaruh pathogen penyebab penyakit maka akan mudah sekali timbulnya penyakit.
2.      Pathogen
pathogen dapat diibarat lintah yang menghisap darah atau benalu yang menempel pada tanaman yang bersifat parasit (merugikan). pathogen ini hidup didalam jaringan tanaman kemudian mengabil sebagian atau seluruh dari jaringan tanaman. dari aktifitas pengambilan makanan inilah jaringan tanaman mati atau tumbuh tidak normal.

3.      lingkungan
lingkungan meliputi suhu kelmbaban, sesuai untuk pertumbuhan dan perkembngan pathogen.

dari tiga factor ini semua mendukung maka penyakit tanaman akan mudah muncul. dari pemahamaini kita dapat mencegah terjadinya penyakit diantaranya menggunakan tanaman tahan, mengidenteifikasi ada dan tidaknya pathogen, menciptakan lingkungan yang tidak mendukung.

semoga kita lebih perhatian terhadap pertanian kita. dan menjaga kelestarian lingkungan. 

Jumat, 23 Oktober 2015

JAGA KESEIMBANGAN ALAM MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN

Saatnya Kita Kenali Siapa Lawan Siapa Kawan
gambar 1, pengendalian hama
ini bukan pertandingan, ini juga bukan turnamen yang bisa menentukan siapa pemenangnya jika sudah bisa mengalahkan sang lawan. akan tetapi ini adalah kawan ataupun lawan yang tak bisa kita ajak kompromi, tapi bisa kita kenali dan fahami dengan cara kita menjaganya. bukan kawan kita yang kita jaga dan lestarikan??? itu mah egois ga pernah ada perhatian sama lawan, tapi disini kita d tuntut untuk menjaga kawan kita sekaligus lawan kita.
siapa dia kalu bukan ekosistem sawah kita.
bagi kita yang awam dengan istilah ekosistem baik penulis akan sedikit sampaikan waktu pelajaran SD kelas 5 dulu. ekosistem adalah hubungan timbale balik antra makluk hidup dan lingkungannya dan membentuk kesetabilan ekosistem itu sendiri. sebut saja ekosistem sawa, ekosistem hutan, ekosistem laut, ekosistem padang rumput, dll.
disini kita akan belajar mengenai ekosistem sawah. Ekosistem sawah adalah hubungan timbale balik makluk hidup yang berada di area persawahan. komponen yang membentuk ekosistem sawah itu sendiri adalah manusia, hewan, tumbuhan serangga dan mekroorganisme yang lain. hubungan timbal-balik jika terjadi secara ilmiah maka keseimbangan ekosistem akan tercapai. 

Gambar 2. piramida makanan

Apa sih manfaat dari keseimbangan ekosistem ini????
Allah berfirman dalam Al-Qur’an “dan langit telah ditinggikan-Nya dan dia ciptakan keseimbangan, agar kamu tidak merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu”.(Q.S Ar-Rahman 7-9)
demikianlah dalil bahwa apa yang sudah Allah SWT ciptakan itu memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing untuk menjaga keseimbangan alam itu sendiri.  Ekosistem sawah tidak lepas dari yang namanya siklus rantai makanan, dimna ada pemakan dan yang dimakan.
oleh karena itu dalam rantai makanan ada tingkatannya, adapun penjelasannya adalah sebagai berikut;

Produsen. adalah semua tumbuhan hijau yang mampu memproduksi makanan sendiri dengan zat hijau daunnya (klorofil) dengan memanfaatkan sinar mata hari untuk proses fotosintesis. kemudian hasil fotosintesis berupa gula dismpan dalam bentuk biji, daun batang umbi, untuk selanjutnya dimakan oleh konsumen primer.



Gambar 3. komoditas pertanian

Konsumen primer. adalah konsumen tingkat pertama yang kita kenal sebagai herbivore, yaitu semua yang memakan tumbuh-tumbuhan. keseimbangan dalam lingkungan persawahan tidak lepas dari hama tanaman, predator, dan musuh alami. kita pasti akan mengartikan  bahwa konsumen primer ini adalah hama karena organism ini lah yang memakan tanaman di lahan kita. akan tetapi dari hama nanti aka nada tingkatan berikutnya yaitu, predator musuh alamai, competitor, dll
Gambar 4. hama dan penyakit tanaman
system pertanian kita yang konvensional dan intensif biasanya akan mengacu pada instanisme. Instanisme adalah segera mungkin secepat mungkin dan semurah mungkin. aspek inilah yang akan membuat kita kurang bijaksana dalam mengelola sumber daya yang ada di areal persawahan kita. contoh, ketika muncul ulat di lahan kita akan segera menyemprotnya dengan insektisida kimia, dampak yang ditimbulkan musuh alami ulat akan kehilangan makanannya, serangga bukan hama akan ikut mati karena terkena dampak dari insektisida kimia dan belum lagi residu yang ditinggalkan ketanaman yang kita panen.
penggunaan pupuk tidak berimbang, juga akan berpengaruh pada kesuburan bilogi dan fisik tanah akan menurun, karena banyak organism penghuni tanah akan mati karena paparan bahan kimia yang dibawa oleh pupuk kimia, tekstur tanah menjadi keras, karena akumulusai bahan kimia yang tidak diimbangi oleh dekomposisi bahan organic oleh decomposer

Gambar 5. musuh alami/predator hama.
Konsumen sekunder, biasanya disebut juga musuh alami hama, contoh; capung, laba-laba, burung pemakan ulat, tawon, belut, ular dll. organism ini berperan sebagai control hama, jika makanan mereka tidak ada di lahan makan kemungkinan besar dia akan pergi atau mati, akhirnya akan terjadi ledakan hama sekunder dan resistensi hama terhadap pestisida (kebal). 

Gambar 6. Miselium jamur
Decomposer peran decomposer ini sangat penting karena tanpa decomposer mungkin planet kita akan penuh dengan sampah makluk hidup, (sampah organic). oleh karena itu menjaga kesehatan tanah itu mutlak kita lakukan agar organism didalam tanah yang berperan sebagai decomposer tetap terjaga. misalnya; cacing, jamur, bakteri, rayab, dll.
agar keseimbangan ekosistem sawah kita terjaga maka dari tingkatan rantai makanan di atas perlu kita ketahui dan bijak dalam memutuskan penggunaan bahan-bahan kimia, tidak ada salahnya jika kita mau mencoba menggunakan pestisida nabati, maupun biologi. sedangkan pemupukan kita maksimalkan penggunaan pupuk organic sisa tanaman kita kembalikan kedalam tanah, dan melakukan rotasi tanam agar tidak terjadi dominasi dan endemic hama penyakit.