This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pengolahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengolahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2015

RESEP NASI JAGUNG

untuk mendukung swasembada pangan dan kemandirian pangan, perlu kita upayakan defersifikasi (keanekaragaman) makanan, baik yang berasal dari bahan bakunya maupun hasil olahannya. Mengingat hampir 90% masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras dari tahun ketahun masalah ketersediaan beras ini cukup menjadi masalah. bahkan terkadang beras di Indonesia lebih mahal dari Negara-negara tetangga.
sebagai Negara agraris tentu kita harusnya malu jika urusan makan saja masih bergantung pada bangsa lain. perlu adanya kesadaran dari kita semua bahwa tidak selamanya kita harus mengkonsumsi beras dan beras. banyak olahan local yang justru mampu menjamin kita terhadap ketahanan pangan dan kemandirian pangan nasional.
salah satu produk olahan yang beberapa daerah sudah meninggalkan dan beralih keberas adalah nasi jagung. Indonesia merupakan salah satu penghasil jagung terbesar didunia. Indonesia juga memiliki jagung local yang memiliki tekstur rasa yang nikmat dibanding dengan jagung hibrida atau hasil introdusi.
berikut adalah resep dan cara pengolahan nasi jagung.
bahan-bahan
-          1 kg biji jagung tua
-          500 ml air.
cara Membuat
-          tumbuk/gilingkan biji jagung yang sudah tua dan kering tadi hingga menjadi beras jagung.
-          cuci bersih jagung dan rendam selama dua hari dua malam.
-          cuci kembali beras jagung dan tiriskan
-          tumbuk /gilingkan dengan alat giling tepung. hingga menjadi halus.
-          remas-remas tepung jagung untuk memisahkan benda2 asing dari tepung,
-          rebus airnkrang lebih 500 ml/ 1 kg jagung hingga mendidih lalu tuangkan ketepung yang sudah siap tadi.
-          aduk-aduk hingga tepung menjadi setengah matang dan kalis.
-          kemudian tepung jagung kukus hingga masak.
setelah matang, nasi jagung yang dihasilkan akan lebih halus dan pulen. karena nasi jagung mudah kering bisa disimpan dalam bungkus daun jati atau daun pisang. untuk disajikan berikutnya.
SELAMAT MENCOBA.

Sabtu, 31 Oktober 2015

TINGKATKAN HASIL PANEN DENGAN TUMPANGSARI


dalam proses peningkatan hasil pertanian ada teknik ekstensifikasi dan intensifikasi. teknik ekstensifikasi adalah peningkatan hasil pertanian dengan cara perluasan lahan pertanian. sedangkan teknik intesifikasi pertanian adalah, peningkatan hasil pertanian dengan cara memberikan input teknologi dalam luasan yang sama. teknologi dalam system budidaya pertanian untuk meningkatkan hasil antara lain.
1. penggunaan benih unggul
2. teknologi penyiangan, tepat cara dan tepat waktu, 
3. teknologi pemupukan; tepat jenis, tepat dosis, tepat cara dan tepat waktu  .
4. teknik budidaya, tumpang sari dan tumpang gilir.
Indonesia adalah Negara yang besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa. dengan jumlah penduduk yang besar maka dituntut penyediaan bahan makanan juga meningkat. sayangnya peningkatan jumlah penduduk tidak dibarengi dengan perluasan wilayah, akan tetapi dibarengi dengan alih fungsi lahan salah satunya adalah pembukaan areal hutan menjadi lahan pertanian. dalam proses alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian tentu juga akan menimbulkan masalah baru, diantaranya;



1. berkurangnya pasokan Oksigen,
2. berkurangnya habitat binatang liar,
3. berkurangnya keanekaragaman hayati hutan.
4. terjadi pemanasan global,
5. anomaly iklim.
6. sering terjadinya banjir.
7. suplai air permukaan berkurang, dll.











Dari dampak-dampak alih fungsi lahan hutan ke lahan pertanian di atas tentu kita tidak tinggal diam atau menutup mata kita, karena ego kita sebagai Makluk yang damanahi oleh Sang Maha Pencipta menjadi Kholifah (pemimpin) dimuka bumi ini (Q.S Al-Baqarah; 2;30)  tentu kita harus bijaksana dalam mengelola sumber daya yang ada. dengan bekal akal dan fikiran kita, tentu semua itu bisa kita jadikan ajang penghambaan diri kepada-Nya. salah satunya menerpakan teknologi tumpangsari. metode budidaya pertanian secara tumpang sari adalah menaman lebih dari satu tanaman budidaya dalam satu luasan yang sama. metode ini efektif dalam mendeversifikasi hasil panenan, karena lahan tidak hanya menghasilkan satu produk hasil panen. 
yang perlu diperhatikan dalam model penanaman tumpang sari adalah,
1. jenis tanamannya,
artinya dalam budidaya teknik tumpang sari disarankan tidak menanam tanaman yang sekeluarga misal cabai dengan tomat, agar tidak terjadi ledakan hama maupun pathogen. sekaligus memutus siklus hidup hama dan pathogen.
2. jarak tanam
dalam teknik tumpang sari tentu hubungan timbale balik antar tanaman tidak bisa dihindari baik yang menguntungkan maupun merugikan (competisi)